Selasa, 07 Mei 2013

Perempuan Dalam Mimpi [Episode 2]

Lihat cerita sebelumnya Perempuan Dalam Mimpi Episode 1





Perempuan Dalam Mimpi

Episode 2

Masih di meja yang sama, di bawah senja yang sama dan masih dengan pemandangan perempuan yang sama di luar jendela. Sudah hampir 30 menit aku diam-diam memerhatikannya. Perempuan yang tempo hari kubuat bingung dengan ucapanku.

Aku tidak menyerah, kali ini aku akan kembali menghampirinya. Mengatakan bahwa tak hanya alam yang mencoba mempertemukan kita, tapi tangan Tuhan-lah yang bergerak mengatur semuanya, berkonspirasi dengan alam membentuk semua rangkaian pertemuan ini.

Semua sudah aku persiapkan, di tanganku ada sebuah buku berjudul 'Reinkarnasi Tidak Pernah Mati'. Di buku ini, banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak memiliki jawaban. Seperti yang aku alami saat ini, semua seperti tak memiliki jawaban, tapi aku tetap meyakini. Kuharap buku ini bisa membantu.

Aku masih di sini, menunggu kakiku bergerak dengan sendirinya, seperti saat itu. Perempuan itu masih saja sama, tak sedikitpun bibirnya menyimpulkan senyuman. Padahal, aku yakin sekali wajahnya akan ribuan kali lebih cantik jika saja ia sedikit bermurah senyum.

Ya, kakiku mulai melangkah dengan sendirinya, berbarengan ketika perempuan itu meneguk kopi dinginnya. Jantungku berdegup sangat kencang.

Saat ini aku tengah berdiri tepat di hadapannya, perempuan itu menoleh, kemudian mengerutkan dahinya. Aku duduk tanpa izin di mejanya. Perempuan itu tampak tidak senang, ia bangkit hendak meninggalkanku.

"Reinkarnasi..." Ucapku terburu-buru sebelum ia mengabaikanku untuk kedua kalinya.

"Haa??" Perempuan itu menyiratkan ribuan keheranan di wajahnya.

"Kamu percaya pada reinkarnasi?" Tanyaku. Perempuan itu diam. "Aku yakin, di kehidupan sebelumnya kita saling kenal, bahkan mungkin sangat dekat. Apakah kau tidak bisa merasakannya? Entah apa yang telah atau mungkin belum sempat kita lakukan di kehidupan sebelumnya, hingga di kehidupan kali ini Tuhan mengagendakan mempertemukan kita kembali." Lanjutku.

Masih dengan wajah kesalnya, ia menghempaskan tubuhnya ke kursi seolah menunggu penjelasan konyol dariku. "Okay, tell me. Who you are?"

"Namaku Saka, aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanya laki-laki biasa yang setiap malam kau teror melalui mimpi. Aku percaya, kau bukan hanya sekedar bagian dari mimpiku. Dan aku yakin, Tuhan memiliki misi tersendiri atas semua rangkaian pertemuanku denganmu, di mimpi, di sini, saat ini." Aku terus memandangi kedua bola matanya dengan penuh keyakinan, berharap tiap kata yang aku ucap dapat meresap ke setiap partikel dalam tubuhnya.

"Kau bacalah ini..." Aku menyodorkan sebuah buka yang sejak tadi kugenggam.

"Reinkarnasi Tidak Pernah Mati?" Ia membaca judul buku yang aku berikan.

"Ya. Jika kau ingin membantu misi Tuhan, temui aku kembali di sini setelah kau selesai membacanya." Pintaku dengan begitu banyak harap.
***

DIANA MONICA, 
#FlashFictionBersambung